Latest Post

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Puisi Karya Taufik Ismail

Written By amoy ya annisaa on Selasa, 26 Juni 2012 | 02.12

Syair Orang Lapar

Lapar menyerang desaku
Kentang dipanggang kemarau
Surat orang kampungku
Kuguratkan kertas
Risau
Lapar lautan pidato
Ranah dipanggang kemarau
Ketika berduyun mengemis
Kesinikan hatimu
Kuiris
Lapar di Gunungkidul
Mayat dipanggang kemarau
Berjajar masuk kubur
Kauulang jua
Kalau

1964
Sumber : Tirani dan Benteng

Sebuah Jaket Berlumur Darah

Sebuah jaket berlumur darah
Kami semua telah menatapmu
Telah pergi duka yang agung
Dalam kepedihan bertahun-tahun

Sebuah sungai membatasi kita
Di bawah terik matahari Jakarta
Antara kebebasan dan penindasan
Berlapis senjata dan sangkur baja
Akan mundurkah kita sekarang
Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal perjuangan’
Berikara setia kepada tirani
Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?

Spanduk kumal itu, ya spanduk itu
Kami semua telah menatapmu
Dan di atas bangunan-bangunan
Menunduk bendera setengah tiang

Pesan itu telah sampai kemana-mana
Melalui kendaraan yang melintas
Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
Teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa
Prosesi jenazah ke pemakaman
Mereka berkata
Semuanya berkata

1966
Sumber: Tirani dan Benteng

Bayi Lahir Bulan Mei 1998

Dengarkan itu ada bayi mengea di rumah tetangga
Suaranya keras, menangis berhiba-hiba
Begitu lahir ditating tangan bidannya
Belum kering darah dan air ketubannya
Langsung dia memikul hutang di bahunya
Rupiah sepuluh juta

Kalau dia jadi petani di desa
Dia akan mensubsidi harga beras orang kota
Kalau dia jadi orang kota
Dia akan mensubsidi bisnis pengusaha kaya
Kalau dia bayar pajak
Pajak itu mungkin jadi peluru runcing
Ke pangkal aortanya dibidikkan mendesing

Cobalah nasihati bayi ini dengan penataran juga
Mulutmu belum selesai bicara
Kau pasti dikencinginya

1998
Sumber: Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia

Puisi patah hati karya Kahlil Gibran


 
Puisi Patah Hati karya Kahlil Gibran - Kumpulan puisi patah hati kahlil gibran atau kumpulan puisi Terbaru kahlil gibran Puisi Kahlil Gibran merupakan Kumpulan Puisi yang sangat banyak di kagumi oleh para pencinta puisi di Indonesia bahkan di Dunia sastra. karya puisi Kahlil Gibran ini sangat memukau banyak pembacanya di seluruh di dunia tak heran bila buku buku karya Kahlil Gibran sangat laku di pasaran. Berikut ini Puisi Kahlil Gibran Tentang Patah Hati :


Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis? ketika kita membayangkan? Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT... Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan.. Ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan... Tapi ingatlah... melepaskan BUKAN akhir dari dunia.. melainkan awal suatu kehidupan baru.. Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, Mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari... dan mereka yang telah mencoba.. Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapapentingnya orang yang telah menyentuh kehidupanmereka...


===============================================


 CINTA yang AGUNG Adalah ketika kamu menitikkan air matadan MASIH peduli terhadapnya.. Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIHmenunggunya dengan setia.. Adalah ketika dia mulai mencintai orang laindan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata 'Akuturut berbahagia untukmu'Apabila cinta tidak berhasil... BEBASKAN dirimu... Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnyadan terbang ke alam bebas LAGI .. Ingatlah... bahwa kamu mungkin menemukan cinta dankehilangannya.. tapi.. ketika cinta itu mati.. kamu TIDAK perlu matibersamanya... Orang terkuat BUKAN mereka yang selalumenang.. MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketikamereka jatuh

Puisi Karya Chairil Anwar

Written By amoy ya annisaa on Senin, 18 Juni 2012 | 02.31

HAMPA
kepada sri

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti. 


Deru Campur Debu karya Chairil Anwar

ia masih mau hidup seratus tahun lagi
tapi raga memang rapuh
lebih seperempat abad lalu ia pergi
hanya karya-karyanya yang kini masih tinggal
dan juga,
semangatnya yang garang menggelegak…

kita butuh semangat macam itu
kejalangan, kadang harus ada
dan memang,
harus tetap ada…

Agar tinju bisa tetap terkepal
dan lengan bisa tetap teracung…


DOA

kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termenung
Aku masih menyebut nama-Mu

Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh

Caya-Mu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Aku hilang bentuk
Remuk

Tuhanku

Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
Di Pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling

13 November 1943 


AKU

Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943


CINTAKU JAUH DI PULAU

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.

(Chairil Anwar, 1946)

Puisi Persahabatan – Kahlil Gibran


   Dan jika berkata,
    berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..
    Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
    Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
    Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
    Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.
    Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya,
    kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri,
    pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
    Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya;
    karena tanpa ungkapan kata,
    dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.
    Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita;
    Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya,
    mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya,
    bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
    nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
    Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.
    Karena kasih yang masih menyisakan pamrih,
    di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan:
    hanya menangkap yang tiada diharapkan.
    Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
    Jika dia harus tahu musim surutmu,
    biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
    Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
    untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
    Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
    Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
    Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
    Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

Ibu...


Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam


Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku

Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga
ibu
tlah kau hujamkan matamu
tuk menentang sang surya
tlah kau hentakan kakimu
tuk menindas bumi
tlah kau mantapkan hatimu
tuk taklukan sang waktu

ibu
tlah kau luangkan begitu banyak waktu
hanya tuk menjaga ku
tlah kau hempaskan kepentingan mu
hanya tuk mengurusku

ibu.
remuk hati ini......melihat mu menangis
hancur raga ini melihatmu terluka
mati raga ini bila kau tiada

Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu

Puisi Cinta

Written By amoy ya annisaa on Rabu, 16 Mei 2012 | 00.39

am I crazy?


although lonliness has always been a friend of mine,


i'm leaving my life in u'r hands.


people say i'm crazy and that i am blind,


leaving my life in u'r hands.


but how u got me blind is still a mystery,


i can't get u outta my head.


dont care what is written in your history


as long as ur here with me...




Aku Butuh Cinta




Sepi, Sunyi, Hening, Diam...
Dunia bagai mati
Tak ada rasa, hampa...
Yang ada hanya kebekuan
Yang ada hanya kebisuan
yang ada hanya kegersangan

Saat itu aku baru sadar
Dahwa aku butuh cinta
Bahwa aku butuh kasih dan sayang
Tanpa cinta, hidup terasa hampa
Dan tanpa cinta alam pun tak akan bersemi

Cinta...
Sebuah kata, sejuta makna
Cinta adalah harapan
Cinta adalah keindahan
Cinta adalah nilai-nilai yang penuh cita rasa

Dengan cinta, kita bisa memandang dunia
Dengan cinta, kita dapat mencipta harapan dan impian
Dengan cinta, Kita mampu meraih angan-angan

Aku, Kau, Dia, Mereka, Kita semua membutuhkan Cinta
Karena kita pun tercipta dari cinta
Sebab TUHAN pun mencipta dunia ini dengan cinta

puisi

Written By amoy ya annisaa on Kamis, 10 Mei 2012 | 23.10

CINTA SEMU
Puisi Cici

Demi cinta dan kesetiaan padamu
Aku tuliskan namamu dihatiku
Ijinkanlah aku singgah dihatimu
Angan-anganku selalu membayangimu setiap malamku
Angan yang berharap dapat menyatukan cintaku dan cintamu

Sungguh bahagia jika diriku kelak dapat hidup bersamamu
Hidup dalam suka dukamu
namun angan-angan itu hanyalah mimpi bunga tidurku
Aku tak tau harus berbuat apa semua hilanglah sudahhanya kenangan di hatiku


BAYANGAN MASA LALU
Puisi Uwenks_Maniez

Mesin waktu bergulir tiada henti
bayangan masa lalu kembali hadir menyapakuq..
membuatku tak bisa melihat dunia luas
bagaikan mata ini tertutup selendang hitam..

Masa lalu itu seperti bulan diatas kuburan
karna engkau telah berhasil melukai hatiku
lalu kau smbunyikan pisau itu
seolah kau hilngkan rasa bersalah

Kemana aku akan melangkah
akupun d'anggap darah yang beracun
hingga yang lainpun enggan mengusiknya
kemana lagi aku haruz mengadu
karna tak s'oprangpun yang m'nghirawkanku

Cintaku padamu begitu lembut
bagaikan embun d'pagi hari
aku mencoba untuk berkaca
terbyata...kaca lembut tak mampu
menggambarkan masa depanku
yang tlah tenggelam oleh masa lalu cinta mu...



KETIKA CINTA TAK LAGI
Puisi Almadwiy Momo

Hadirmu buatku tabah tuk jalani semua derita .
Senyum mu tenangkan dunia yang ku anggap tragis .
Indah cinta mu buatku terbuai .

Ingatkah kamu?
Ketika dua bintang kita jadikan satu .
Ketika buruk menjadi indah .
Ketika Dosa menjadi satu kata cinta?
Hingga ku rasa jenuh dan mengakhiri .

Mengapa selalu seperti ini?
Karna mungkin cinta tak pnah bisa memihak satu diantara kita .
Mungkin takdir berkata lain dengan impian .
Bukan karna aku tak mengerti,
atau kamu, atau kita juga tak mau mengerti .
Hanya saja,

arght ! :@
Jangan salahkan atas perasaan yang terlanjur terambang .
Jangan salahkan atas perpisahan berkedok penghianatan .
Jika memang ini sebuah keputusan .
Bukan kamu, atau aku, begitu juga kita yang salah .
Tapi yang salah itu cinta kita .
Tapi kenapa cinta harus salah?
Karna cinta ku dan cinta mu, tidaklah benar :)


YANG TERBUANG
Puisi Yudha Wicaksono

Riuh kudengar angin menyapa
Dibalik nestapa kuhadap asa
Tiada indah sekuntum bunga
Andai samar mata tak berkaca

Mungkin ini langkah tak terduga
Mungkin juga jalan yang tak nyata
Namun hanya gelisah yang tersisa
Ku sandarkan derita pada goresan pena


AKU BUKAN DIA ATAU DIRINYA
Puisi Emy Puji Hastuti

Aku bukan seorang foto model,
Hanya hobby ku saja gemar foto…
Aku bukan seorang penyanyi atau vocalist band,
Suara ku juga fals namun suka bernyanyi…
Aku pun bukan seorang dancer,
Tapi aku sedikit bisa dan memang menyukai menari…

Tak banyak ku cipta puisi…
Namun itu semua cukup tuk mengisi hati teman-temanku yang sepi
Pernah ku coba tulis cerita
Namun karya tak jua ada

Saat ini aku hanyalah aku
Bukan dia atau dirinya…bahkan bukan pula sesosok yang kau damba

Tak puas ku terima smua yang darimu untuk ku
Bukan aku tak tau rasa syukur…
Bukan pula ku takabur…

Hanya saja aku tak tau Bagaimana cara menghapus memori masa lalumu
Dengan dia dan dirinya…atau dengan siapa saja
Yang membuatku terluka…


TERIMAKASIH TUHAN
Puisi Linda Rahmawati

Tuhan...
Aku ingin bercerita kepada'mu
Aku mempunyai dua pasang mata
Untuk melihat
Aku mempunyai dua kaki dan tangan
Untuk berjalan dan bekerja
Aku mempunyai dua telinga
Untuk mendengar
Dan satu mulut dan satu hidung
Untuk bicara dan bernafas...

Tuhan apa'kah kau tahu?
Hidup'ku sangat sempurna
Dalam kesempurnaan'ku aku selalu berpikir tajam
Aku ingin membahagia'kan orang yang tak sempurna...

Tuhan...
Aku ingin buta dan tak bisa melihat
Aku ingin tuli dan tak bisa mendengar
Aku ingin bisu dan tak bisa berbicara
Aku ingin tidak mempunyai kaki dan tangan
Untuk berjalan dan bekerja...
Karena aku ingin seperti mereka yang tak sempurna itu...

Namun...
Apakah kau tahu Tuhan...
Aku sangat bersyukur kepada'mu
Mereka hidup berbahagia walaupun cacat...
Tak seperti manusia yang hidupnya penuh kesempurnaan...
Mereka melawan cobaan demi cobaan
Mereka sabar,tabah dan ikhlas menjalani ujian'mu...

Aku sangat berterima kasih kepada'mu Tuhan
Kau menciptakan kami
Hidup dan mati adalah jalan yang sangat singkat
Aku bersyukur kepada'mu Tuhan
Aku sayang kepada'mu
Dan semua kasih'mu yang kau beri kapada kami semua....


SESALKU
Puisi Sulaiman Rambe

Sajadah panjang terbentang
Ku tersungkur dalam nista
Menepis wajah-wajah muram
Menyibak pori keangkuhan
Terasa tidak, air mata menitis
Kudekap firman-mu dalam sungguh
Terbersit kata dalam ucap
Memuji keagungan-mu sang maha cinta

Aku meronta,menjerit tanpa henti
Ku angkat tangan hening cinta terlayar
Cahaya-mu tlah memudar dalam rohku
Cahaya itu perlahan pergi jauh dan semakin jauh
Meninggalkanku dalam kabut dosa
Gelap….gelap..gelap